23 Januari 2014

Manusia dan Harapan

ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN HARAPAN






NAMA ANGGOTA KELOMPOK 4:
1. Andro Tuahta Noryadi Taringan (29213702)
2. Aprianingsih (21213199)
3. Nur Widya Rahma (26213635)
4. Resty Ayu Shafrina (27213445)
5. Wa Ode Siti Hawani (29213185)
6. Wuri Adiningsih (29213373)

KELAS:
1EB23

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA



BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

     Pada dasarnya manusia dan harapan itu berdampingan. Setiap manusia pasti mempunyai harapan karena manusia tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Manusia yang akan meninggal pun mempunyai harapan dan biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung kepada kemampuan, pengetahuan, pengalaman dan lingkungan hidup masing-masing manusia. Harapan juga harus berdasarkan kepada kepercayaan, baik kepercayaan kepada diri sendiri, kepada orang lain, maupun kepada Tuhan. Pada umumnya agar harapan dapat terwujud maka manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan diikuti dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dikarenakan harapan dan kepercayaan tidak dapat dipisahkan yang merupakan bagian dari hidup manusia selama di dunia.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apa pengertian harapan?
2.      Apa persamaan harapan dengan cita-cita?
3.      Apa saja contoh-contoh harapan?
4.      Apa penyebab manusia mempunyai harapan?
5.      Apa pengertian doa?
6.      Apa saja macam-macam doa?
7.      Apa saja contoh-contoh doa?
8.      Apa pengertian kepercayaan?
9.      Apa saja teori kebenaran?
10.  Apa contoh-contoh dari kepercayaan?
11.  Apa usaha manusia untuk meningkatkan kepercayaan?

C.     TUJUAN

1.      Menjelaskan pengertian harapan
2.      Menjelaskan persamaan harapan dengan cita-cita
3.      Menjelaskan contoh-contoh harapan di kehidupan sehari-hari
4.      Menjelaskan penyebab manusia mempunyai harapan
5.      Menjelaskan pengertian doa
6.      Menjelaskan macam-macam doa
7.      Menjelaskan contoh-contoh doa
8.      Menjelaskan pengertian kepercayaan
9.      Menjelaskan 3 teori kebenaran
10.  Menjelaskan 4 kepercayaan
11.  Menjelaskan usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya pada Tuhannya


BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN HARAPAN

     Harapan yang berasal dari kata harap adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang dinginkan akan diraih. Pada umumnya harapan bersifat abstrak (tidak tampak) namun diyakini akan terwujud. Harapan itu sendiri mempunyai makna sesuatu yang terkandung di dalam hati setiap manusia yang merupakan karunia dari Tuhan yang sifatnya sulit untuk dilukiskan. Manusia yang hidup tanpa memiliki harapan berarti manusia itu mati dalam hidupnya. Suatu harapan yang dapat berhasil atau tidak semua tergantung pada usaha dan doa dari orang yang mempunyai harapan tersebut, karena usaha dan doa merupakan sarana agar terkabulnya harapan.
     Cita-cita merupakan impian yang disertai dengan tindakan dan juga harus diberikan batas waktu agar dapat terealisasikan. Dengan adanya cita-cita dalam hidup akan membuat manusia itu sendiri bersemangat dan bekerja keras untuk mencapainya. Dalam bercita-cita pun juga sebaiknya tidak terlalu mendetail dan fanatik, karena jika tidak tercapai akan dapat membuat stress dan depresi.
     Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian yang tidak terlalu mendetail, sedangkan cita-cita pada umumnya selalu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita mempunyai persamaan, yaitu keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, kemudian pada umumnya harapan dan cita-cita manusia adalah menginginkan hal yang lebih baik dalam hidupnya.
     Seperti yang sudah dijelaskan, ada beberapa contoh harapan yang dapat diberikan. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, dan tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seseorang yang mempunyai harapan yang terlalu berlebihan pasti akan menjadi bahan tertawaan banyak orang. Contoh lainnya, misal Rafiq berharap mendapatkan nilai A dalam ujian di setiap mata kuliahnya. Padahal ia tidak pernah hadir dalam kelas, tidak ada usahanya dan ia menghadapi ujian dengan santai. Jadi bagaimana Rafiq akan mendapatkan nilai A? Mungkin ia juga tidak akan lulus.

B.     PENYEBAB MANUSIA DAN HARAPAN

     Manusia adalah makhluk sosial. Setiap manusia harus dapat berinteraksi dengan orang lain baik keluarga maupun masyarakat disekitarnya. Ada dua hal yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan manusia lainnya, diantaranya:
·         Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat dan pembawaan alamiah yang sudah terjelma di dalam diri manusia. Dorongan kodrat membuat manusia mempunyai harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Di dalam diri setiap manusia sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
·         Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia pasti mempunyai banyak hal dalam kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup ini pada dasarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut manusia harus bekerja sama dengan manusia lain, karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berfikirnya. Menurut Abraham Maslow harapan manusia atau kebutuhan manusia dikategorikan dalam 5 hal, yaitu:
1.  Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
2.  Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
3.  Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (being loving and love)
4.  Harapan untuk memperoleh status atau diterima atau diakui lingkungan (status)
5.  Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization)

C.     PENGERTIAN DOA

     Doa berasal dari kata da’a yang mempunyai arti memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon agar tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Menurut Syeikh Abdurrahman bin Sa’diy terdapat dua macam doa. Adapun perbedaan antara kedua macam doa tersebut, yaitu:
1.      Doa masalah (permintaan)
Doa ini bersifat meminta yang mempunyai tujuan untuk meminta agar diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan. Doa masalah (permintaan) terbagi menjadi tiga, yaitu:
a)      Permintaan yang ditujukan kepada Allah SWT
b)      Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah,  padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Misalnya meminta kepada pohon-pohon besar ataupun di tempat-tempat yang keramat. Hal ini termasuk syirik dan merupakan dosa besar
c)      Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan. Misalnya meminta pada orang lain yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya. Hal ini hukumnya boleh.
2.      Doa ibadah
Doa ibadah adalah semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah baik lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah seperti shalat, puasa, haji dan lain sebagainya mempunyai tujuan untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

D.    KEPERCAYAAN

     Kepercayaan berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan adanya kebenaran. kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Di dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang diberitahukan oleh Tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada umat manusia. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak beragama menurut keyakinan. Dalam hal beragama setiap orang wajib menghormati kepercayaan orang lain.
     Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri ada 3 teori kepercayaan atau kebenaran, yaitu sebagai berikut:
1.      Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar apabila pernyataan itu konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya, setiap manusia akan mati.
2.      Teori Korespondensi
Yaitu suatu pernyataan benar apabila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya, Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia
3.      Teori Pragmatis
Yaitu suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

E.     KEPERCAYAAN DAN USAHA UNTUK MENINGKATKANNYA

     Kepercayaan dapat dibedakan atas:
1)      Kepercayaan kepada diri sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ada pada setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri dapat berupa menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2)      Kepercayaan kepada orang lain
Kepercayaan pada orang lain sudah pasti percaya terhadap kata  hatinya atau perbuatan yang dilakukan sesuai dengan kata hatinya atau terhadap kebenaran. Misalnya seseorang yang sudah berjanji sesuatu harus memenuhi atau melakukannya meskipun janji itu tidak terdengar atau diketahui orang lain. Kepercayaan kepada orang lain bisa terhadap orang tua, saudara, atau siapa saja.
3)      Kepercayaan kepada pemerintah
Menurut Prof. Ir. Poedjawiyatna negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia. Tuhan adalah pemilik kedaulatan yang sejati karena semuanya adalah ciptaan Tuhan. Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, kewibawaan pun milik rakyat. Karena itu wajarlah jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara atau pemerintah yang memimpin.
4)      Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu sangat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan ini juga penting karena merupakan tali kuat yang menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya jika umatnya tidak percaya kepada-Nya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari-Nya, manusia harus percaya kepada Tuhannya.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi, kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu diantaranya:
a.       Meningkatkan ketaqwaan dengan cara meningkatkan ibadah
b.      Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat
c.       Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan cara saling menolong
d.      Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e.       Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki dan sebagainya.


BAB III
KESIMPULAN


     Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan agar sesuatu terjadi yang belum terwujud. Harapan merupakan ciptaan yang seseorang buat sebagai sesuatu yang hendak diraihnya. Oleh karena itu, hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan. Harapan bukanlah sesuatu yang diucap saja, tetapi juga harus diimbangi dengan usaha. Harapan membuat manusia berfikir untuk melakukan dan meraih sesuatu yang lebih baik. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup berinteraksi dengan orang lain, yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dalam setiap harapan pasti ada kepercayaan, baik itu kepercayaan terhadap diri sendiri, orang lain, pemerintah maupun kepada Tuhan, karena kepercayaan dapat membantu seseorang untuk mewujudkan yang diinginkannya. Harapan seseorang juga ditentukan oleh usaha atau kerja keras yang dilakukannya. Seseorang yang bekerja keras akan mempunyai harapan yang besar. Jika kemampuan seseorang kurang tetapi ia mempunyai harapan yang besar, biasanya disertai dengan unsur dalam, yaitu berdoa.


DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review 12 - Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : Dwi Ayu Larasati (22213664) Dwi Puspita Agustin (22213693) Nurul Maghfiroh Jufrin (26213733) Puti Melati ...